White Gold Gown Anissah








Alhamdulillah Safa Kebaya Muslimah berkesempatan untuk memperindah hari bahagia dari mba Anissah. Dengan gaun rancangan designer D.A Anggianasari, kami menghadirkan gaun pernikahan yang elegan dan mewah dengan paduan warna putih dan emas.

















Read More...

Kebaya 5 Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI




Bulan Oktober ini SAFA dipercaya oleh 5 muslimah Mahasiswa Kedokteran UI (Mba Ade, Mba Nola, Mba Rara, Mba Rifa, dan Mba Amel) untuk mendesign dan menjahit kebaya mereka. Bahan kebaya yang mereka kasih ke SAFA warnanya seragam: abu-abu, dengan ukuran yang seragam pula: satin dan brokat masing-masing 2 meter. Ternyata kebaya ini memang untuk kebaya panitia Walimatul ‘Ursy senior mereka. SAFA merasa sangat tertantang lho pasalnya mereka berlima memiliki karakter dan selera fashion yang berbeda-beda.

Sebelum memulai menggambar design mereka masing-masing, SAFA sempatkan untuk mengobrol bersama mereka. Tipikal mahasiswa, mereka lucu-lucu dan cerewet-cerewet (dalam arti positif lhoo). Seneng aja rasanya punya pelanggan yang tidak sulit mengungkapkan dirinya seperti apa sehingga SAFA mudah menangkap kira-kira selera fashion mereka seperti apa :D

Well, setelah konsultasi design dengan mereka, SAFA langsung mengejewantahkan dalam bentuk gambar tangan. Setelah di gambar, SAFA langsung mengukur badan mereka masing-masing. Pengukuran badan dilakukan memakai standar SAFA dan beberapa tambahan pengukuran tergantung dengan model kebayanya.

Kebaya insya Alloh akan mereka kenakan tanggal 23 Oktober 2011. Alhamdulillah tanggal 15-17 Oktober 2011 semua kebaya sudah bisa mereka fitting dan tanggal 18 Oktober semua kebaya sudah berada di tangan mereka.

Nah ini dia foto kebaya-kebayanya :D

Baju Kurung Semi Gamis Mba Ade 



  
 Baju Kurung Mba Amel



Lain dengan Mba Ade, Mba Amel menginginkan baju kurung yang polos dan nyaman di pakai. Bentuk tangannya pun sengaja dibuat lurus sesuai dengan keinginan Mba Amel. Namun agar baju kurung tidak terlalu polos, pada bagian ujung bawah baju, bordirnya sengaja dibuat dua rangkap sehingga model baju tetap terlihat anggun.



Baju Kebaya-Obi Mba Nola 




Untuk Kebaya Mba Nola, kesan yang berbeda muncul dengan ditambahkannya obi yang menempel pada kebaya tersebut. Bahan Obi adalah bahan yang sama dengan bahan satin di dalam kebaya sehingga warna tetap terlihat cocok namun tidak kaku. Pada bagian lengan, Kebaya Mba Nola juga diberikan aksen puff pada bagian atas dan manset pada bagian bawahnya.


Baju Kebaya Obi Bali Mba Rara 



Hampir sama dengan Mba Nola, Mba Rara menginginkan Obi untuk kebayanya, Namun bedanya, Mba Rara ingin model Obi Bali. Maka SAFA menbuatkan Obi yang bisa di lepas-pasang dengan bentuk yang semakin lebar salah satu ujungnya. Dengan Obi lepas-pasang ini, Mba Rara jadi bisa bebas memilih jika suatu hari tidak ingin memakai Obinya.


 Baju Kebaya Mba Rifa





Terakhir, Mba Rifa memilih model kebaya dengan bentuk V kedepan pada bagian bawah. Kebaya ini menjadi lebih cantik dengan di "adu manis" nya bordir di tengah kebaya sepanjang dada sampai bawah kebaya.


So, bagaimana dengan model kebayamu? ;)
Read More...

Royal White Bronze Gown for Sister Anindita




Kami senang sekali melihat ada raut kegembiraan dan ketenangan di wajah kedua kawan kami ini, menyambut sejuta nikmat yang insya Alloh kan Alloh SWT curahkan pada mereka berdua.
Sang Pengantin Pria yang gagah dengan beskap berpayet perak-tembaga dan Sang Pengantin Wanita yang cantik dengan balutan gaun berwarna putih kombinasi perak berbatu tembaga, tampak serasi dan sepadan. Bahan gaun yang lembut dan jatuh menambah kesan keanggunannya. Design keduanya merupakan hasil karya designer D.A Anggianasari, design yang sangat pas untuk akad yang bernuansa syahdu dan romansa yang suci. Alhamdulillah.. 



Calon Pengantin terlihat cantik menunggu Pembacaan Ijab Kabul


Barokalloh untuk Mba Anindita dan Mas Deny yang telah menggenapkan Ad-dinnya tanggal 19 Febuari kemarin..




Untuk hari akadnya, Mba Anin lebih menyukai pakaian jenis gaun. Untuk design, SAFA membuatkan design gaun yang mengambil potongan agak keatas sehingga menambah kesan "tinggi" jika dipakai. Selain itu, bahan yang dipilih untuk gaun ini adalah kombinasi bahan shifon silk dan satin silk yang lembut dan jatuh sehingga Mba Anin akan jauh dari kesan "berat". 





Pilihan warna Mba Anin sebenarnya adalah broken white dan silver, namun agar warna tidak menjadi monoton maka Safa menambahkan warna tembaga pada batu-batu yang tersebar di bagian dada dan bawah gaun sehingga gaun terlihat lebih hidup.


Sketsa Design Gaun Akad Mba Anindita by Safa Kebaya Muslimah




Gaun Akad Mba Anindita by Safa Kebaya Muslimah




Read More...

Elegant Turqois Kebaya for Sister Dwi

Pertengahan April 2011 lalu SAFA Kebaya Muslimah dipercaya oleh seorang teman dekat, Dwi Naryati, untuk membuatkan baju pada acara akadnya. Pada awalnya Mba Dwi sempat bingung, baju apa yang akan dikenakan di acara sakralnya nanti. Apakah kebaya? Atau gaun? Setelah konsultasi bersama Senior Designer kami di Rumah SAFA Butik Kebaya Muslimah, akhirnya Mba Dwi sepakat untuk dibuatkan kebaya saja. Pertimbangannya adalah kebaya lebih fleksibel untuk didesign Two-in-One. Apa itu? Nah, kebetulan Mba Dwi sendiri memang menginginkan kebaya yang nantinya dapat digunakan tidak hanya di acara akadnya nanti, tetapi juga di acara-acara formal lain, misalnya pernikahan keluarga atau kerabatnya. Itulah maksudnya Two-in-One.

Terkait warna, awalnya SAFA sempat dibingungkan juga dengan permintaan warna dari Mba Dwi, yakni warna biru yang tidak terlalu cerah tapi juga tidak terlalu gelap. “Warna Doraemon gitu lho”, katanya. Haha! Cukup menantang! Well, Coba SAFA cari deh warna Doraemon tersebut. Setelah mencari warna yang pas, biru yang tidak terlalu cerah tapi tidak terlalu gelap dan mendekati warna biru Doraemon, akhirnya SAFA berhasil menemukan warna biru yang bagus dan mendekati permintaan Mba Dwi: BIRU TURQOIS. Alhamdulillah, Mba Dwi suka dengan warna yang kami pilihkan. Untuk kebaya tersebut, SAFA memberikan design kebaya yang nantinya akan terdiri dari 3 pieces: baju atasan kebaya, bawahan batik berbentuk A-line, rok berbuntut yang dapat dibongkar-pasang, dan kerudung luar.

Baju Atasan Kebaya
Baju atasan kebaya Mba Dwi sengaja dibuat pendek agar tidak bertabrakan dengan bawahan batiknya yang berbentuk A-line. Namun tentu SAFA sangat hati-hati dalam hal pengukuran. Jangan sampai baju atasan kebaya Mba Dwi malah jadi kependekan sehingga membuatnya tidak nyaman. Bentuk baju atasan kebaya juga sengaja didesign meruncing kedepan agar tidak bertabrakan dengan model rok berbuntut yang akan memanjang ke bawah sehingga malah akan menutup aksen runcing itu sendiri. Selain itu juga agar bagian depan tetap memiliki karakter kebaya yang kuat. Bahan yang digunakan untuk atasan kebaya adalah bahan thile berbordir dan satin sebagai puringnya.


Bawahan Batik
Untuk bagian bawahan, sengaja memakai bahan batik agar tradisionalnya tetap kental terasa sesuai permintaan Mba Dwi. Model A-line pada bawahan ini juga merupakan permintaan Mba Dwi agar saat duduk atau berjalan tidak mengalami kesulitan. Selain itu, dengan menggunakan bahan batik akan lebih mudah untuk mencari bagian “kembar” antara kebaya yang dipakai Mba Dwi dengan Beskap yang akan dipakai calon suaminya.

Rok Berbuntut
Sedangakan pada rok berbuntut, awalnya Mba Dwi bertanya kira-kira berapa panjang buntut yang pas untuk kebayanya. Lalu SAFA menyarankan untuk membuat rok berbuntut dengan buntut yang tidak terlalu panjang. Selain karena akan merepotkan (Ingat lho, ini untuk akad yang notabene pengantin akan berpindah tempat saat sebelum akad menuju meja saat sudah akad, lalu duduk berlama-lama di sana), juga karena ukuran dan bentuk tubuh Mba Dwi yang cukup besar. Khawatirnya, buntut yang terlalu panjang malah akan memberikan kesan “berat” pada kebayanya. SAFA tidak ingin design kebaya malah tidak pas dan tidak enak dipandang hanya karena buntut yang terlalu panjang. Setelah diukur-ukur, akhirnya SAFA dan Mba Dwi sepakat untuk membuat buntut pada rok tersebut sepanjang 10cm saja.

Bahan yang digunakan untuk membuat rok berbuntut ini adalah thile berbordir yang sama dengan bahan atasan kebaya. Hanya saja, pada bagian rok berbuntut ini, tidak digunakan puring agar penampilan Mba Dwi dengan kebaya tersebut terlihat “ringan”. Selain itu juga memang disengaja untuk disenadakan dengan kerudung luarnya nanti.

Kerudung Luar
Kerudung luar Mba Dwi memakai bahan thile gliter dengan bordiran diujung-ujungnya. Panjangnya didesign tidak terlalu panjang, melainkan hanya sampai daerah pinggul saja agar tidak “menyaingi” panjang rok berbututnya.

Selain kebaya, Mba Dwi juga memesan untuk jilbabnya. Agar elegan, tambah cantik, dan tidak mengganggu padanan dengan kebayanya, SAFA membuat jilbab tersebut dengan bahan yang sama dengan bahan kebaya itu sendiri, memakai puring yang sama, dan warna yang sama. Mba Dwi agak kesulitan bentuk jilbabnya adalah jilbab segi-empat, maka SAFA membuatkan jilbab langsung dengan yang bagian dagunya sudah disematkan walaupun bagian bawahnya dibiarkan lepas agar Mba Dwi bisa mengkreasikan sendiri nanti.


Untuk Beskap calon pengantin laki-lakinya, Bang Ariz, SAFA menggunakan bahan shantung dan memakai sisi yang mengkilat untuk dijadikan bagian atasnya. Payet yang digunakan berwarna senada, yakni turqois ditambah dengan warna perak agar warna menjadi hidup. Warna perak dipilih juga karena kombinasi warna kebaya Mba Dwi adalah turqois dan perak. Senada, elegan, cantik, mantab! Alhamdulillah, baju kebayanya jadi tepat waktu :D

“Barakallahulakuma wabaraka ‘alaikuma wajama’a bainakuma fii khoiir, Mba Dwi dan Bang Ariz. Semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warohmah. Maaf SAFA tidak bisa hadir di hari spesial kalian.”

Tertarik untuk membuat inovasi kebaya lain buat hari spesialmu?
Hubungi kami!
SAFA Kebaya Muslimah

Read More...

White Autumn Gown for Sister Dessy

White Autumn Gown menggambarkan indahnya musim gugur. Aplikasi Blue-Yellow Leaf yang menyatu sempurna di bagian bawah dan taburan payet jepang yang tersusun rapi memenuhi bagian atas membuat gaun terlihat sangat feminim dan mewah. Gaun ini menjadi bertambah cantik dengan padanan kain white shifon silk yang lembut. This is it, White Autumn Gown special designed by SAFA Kebaya Muslimah.

White Autumn Gown

Bagian atas White Autumn Gown

Barokallohulakuma wabaroka 'alaikuma wajama'a bainakuma fii khoir

Read More...

Red Grape Kebaya for Anggi

Nah, Kalau sebelumnya adalah post tentang baju akad. Kali ini saya posting tentang baju resepsinya. Warnanya? Tetep merah sesuai dengan kesukaan saya. Tapi kali ini saya mengambil warna merah yang jarang dipakai: MERAH ANGGUR! Yup! Biar beda dari yang lain. Alhamdulillah tidak sulit juga menemukan padanan warna-warnanya dan bahan-bahan yang senada dengan warna pokoknya.

Kalau untuk akad saya lebih memilih model gaun, untuk resepsi saya memilih model kebaya karena memang rencananya waktu itu ingin sekali memakai adat sunda dan memakai mahkota sigernya. Tapi, design kebaya yang dibuat sengaja tidak biasa. Bukan Kebaya Biasa (BKB :P ). Seperti inilah kebayanya.

Seperti yang telah dikatakan, warnanya merah anggur. Tidak biasa memang, tapi saya sendiri puas rasanya. Nah, kebaya ini terdiri dari 4 pieces: baju kebaya, rok batik kebaya, rok buntut bagian luar kebaya, dan penutup dada. Sebenarnya saya juga sediakan kerudungnya, tapi ternyata terlalu banyak yang harus dipakai dan terkesan "berat" jika dipadukan dengan mahkota siger.


Bagian baju kebayanya sengaja saya buat pendek, yaitu hanya sampai di pinggul. Kenapa? Agar bisa cocok dengan rok kebaya yang saya buat mekar (rok A-line pecah 6). Dengan begitu, rok kebaya akan bebas untuk mengembang. Lengan atas maupun bawah baju kebaya bermodel "pas" dengan lengan sehingga ketika dipakaikan dengan penutup dada pada bagian atasnya, tidak terlihat menumpuk dan menggendut, namun justru terlihat elegan dan enak dilihat.

Dengan model seperti ini, kebaya resepsi saya menjadi kebaya modern yang mirip dengan gaun, khususnya pada bagian bawahnya karena modelnya mengembang. Tetap anggun, elegan dan ayu layaknya kebaya-kebaya Indonesia, tapi juga terlihat up-to-date dan modern. :)






Hal lain yang berbeda dengan kebaya-kebaya pada umumnya adalah bahan yang digunakan. Biasanya kebaya menggunakan bahan thile dengan puring satin. Namun kebaya yang satu ini menggunakan perpaduan bahan organdi kaca berwarna merah marun yang melapisi puring berbahan satin kress berwarna ungu. Perpaduan warna merah marun dan ungu inilah yang menghasilkan warna merah anggur. Selain itu, organdi kaca memudahkan rok buntut mengembang sempurna dan terlihat indah karena memantulkan cahaya-cahaya sehingga terlihat begitu mewah dan elegan.

Namun untuk bagian penutup dada tetap menggunakan bahan thile yang dibordir senada dengan kebayanya. Sedangkan untuk bagian rok batik, saya menggunakan kebaya sido mukti yang coraknya sangat khas.



Tertarik untuk mencoba inovasi-inovasi kebaya lainnya di hari pernikahanmu?
Silahkan hubungi SAFA KEBAYA MUSLIMAH :)

Read More...

Pink White Gown for Anggi

19 Maret 2011
Alhamdulillah, saya diberikan karunia berupa penggenapan Ad-din oleh Alloh dengan seorang laki-laki shaleh. Barokalloh..

Well, sepertinya akan aneh kalau saya sendiri tidak membuat design baju spesial untuk hari yang paling bahagia ini. Memang sudah sejak lama saya rencanakan untuk membuat baju pengantin sendiri. Konsepnya simpel (karena memang saya bukan orang yang ingin glamour untuk akad), yaitu gaun. Putih? Pasti! Karena agar makna suci bisa terwakili dari warna gaunnya. Lalu kombinasinya apa yah? Hmm, dari dulu saya suka warna apapun yang berbau merah. Kali ini, karena warna paduannya ada putih, maka saya memilih warna merah jambu untuk coraknya. Alhamdulillah dapat kain yang bagus dan pas.

Setelah cocok dengan warna lalu modelnya bagaimana? Ya itu dia, gaun kan? Iya, tapi modelnya bagaimana yah.. Setelah mencoba beberapa kali design gaunnya, akhirnya seperti inilah gaun akad saya.

Tampak Depan Bagian Atas
Saya mulai dari bagian kepala. Jilbab untuk akad memang sengaja saya buat sendiri. Semacam bergo (jilbab langsung) tetapi menggunakan bahan yang sama dengan bahan bajunya sehingga kesannya tetap bagus, chic dan enak dilihat. Keuntungannya adalah tidak perlu repot-repot membuat dan membeli jilbab yang sepadan dengan bajunya. Ini juga bisa jadi solusi untuk para muslimah yang berjilbab panjang, agar tidak perlu repot harus menggunakan jilbab kotak yang terkadang bentuk dan warnanya tidak terlalu pas dengan gaun/kebayanya. Lebih mudah, simpel, dan cocok kan? ;)

Untuk kerudung saya sengaja membuat panjang karena memang saya suka. Kelihatannya menjadi lebih feminim apalagi jika bentuk kepala belakangnya (biasanya diberi kesan menonjol) juga bagus. Namun, untuk yang berbadan besar atau tidak terlalu tinggi, cukup gunakan kerudung yang panjangnya tidak sampai di bawah pinggul karena jika terlalu panjang malah akan menimbulkan kesan "berat".

Untuk bagian atas gaun, saya mendesign kerahnya dengan kerah shanghai berdiri agar mudah dan cocok dipakai oleh muslimah yang  berjilbab. Pada bagian lengan atas, untuk ukuran badan saya, masih cocok dengan model puff (balon) sehingga model lengan ada variasinya dengan tetap tidak mengganggu bentuk tubuh. Baru pada bagian lengan bawah sengaja saya buat agak pas di lengan agar bentuk puff bagian atasnya bisa terlihat jelas.

Karena badan saya tidak terlalu tinggi, maka untuk membuat kesan tinggi, potongan gaunnya saya buat di pinggang bagian atas (agak ke uluh hati). Di bagian potongan itulah gaun dibawahnya mulai dipecah.


Full Body
Gaun ini memiliki "buntut" sepanjang 35cm kebelakang. Buntut, bagi saya menambah kesan mewah dan elegan. Tetapi tetap perlu diperhatikan apakah badan kita cocok untuk dibuatkan "buntut", jangan sampai "buntut" malah membuat kita seperti "kerepotan" dengan gaun kita sendiri.

Tampak Samping
FYI, untuk daleman jilbabnya saya membeli daleman jilbab yang sudah ada kondenya. Bahannya terbuat dari semacam dacron. Bisa dibeli di tanah abang atau ITC. Insya Alloh lebih simple, ringan dan mudah dipakai daripada kita harus dikonde-konde segala. Tuh, mudah kan.. :)

Bahan yang saya gunakan untuk keseluruhan gaun adalah perduan antara bahan spider thile dengan bordir bunga warna pink yang membuat kesan mewah, satin silk yang jatuh, thile perancis polos yang lembut, dan hero di bagian dalam rok sebagai dalaman agar tidak tipis namun tidak panas dipakai.. Sedangkan untuk jilbabnya saya menggunakan bahan spandek pada bagian dalam agar nyaman dipakai, lalu dilapisi dengan thile prancis polos yang kemudian dipasang bordir bunga yang sama dengan gaunnya.

So, tertarik untuk membuat gaun semacam ini untuk akad kamu?
Silahkan hubungi SAFA KEBAYA MUSLIMAH

Read More...
Copyright © 2015 Safa Kebaya Muslimah | Distributed By My Blogger Themes | Designed By Blokotka